Jumat, 25 September 2015

INVESTASI PERKEBUNAN SAWIT




Rancangan Anggaran Keuangan Usaha Perkebunan Sawit

Berikut adalah ilustrasi rancangan anggaran usaha perkebunan sawit.

1.      Biaya-biaya yang harus dikeluarkan
-  Biaya Pembelian Lahan per ha = Rp 5.000.000
(Tergantung lahan sangat variatif tergantung lokasi)
-  Pembersihan Lahan per ha sekitar = Rp 500.000

2.      Harga bibit
-  Usia 6 bulan (masih mungkin dimakan hama babi, tikus/ monyet) = Rp15.000 per pokok pohon. Supaya aman dari babi dibutuhkan pembuatan pagar per pokok pohon sekitar Rp 5.000 sehingga total harga menjadi Rp 20.000 per pokok pohon.
-  Usia 18 bulan =Rp 30.000 per pokok pohon

          Jumlah bibit yang dibutuhkan per ha:

           Perbibit butuh Jarak tanam sekitar : 9m x 9m = 81 m2
           Untuk luas 1 ha (10.000 m2) = 10000 m2/81 m2 yaitu sekitar 130-an buah.
           Biasanya Lahan 1 ha ditanami antara 130 buah sampai 140 buah.
          Asumsi penanaman 1 ha = 130 buah.
          Jadi biaya bibit =Rp. 30.000 x 130 buah = Rp. 3.900.000 per ha.

3.      Pemupukan
-  Bulan pertama tanam (Urea) = 0,5 kg per pohon
-  Bulan ke-2 tanam (Urea) = 0,75 kg per pohon
-  Bulan ke-4 tanam (TSP) = 0,75 kg per pohon
-  Bulan ke-8 tanam (Urea) = 0,75 kg per pohon
-  Bulan ke-12 tanam (Urea) = 0,75 kg per pohon
-  Bulan ke-16 tanam (TSP) = 0,75 kg per pohon
-  Bulan ke-20 tanam (Urea) = 0,75 kg per pohon
-  Bulan ke-24 tanam (Urea) = 0,75 kg per pohon
-  Bulan ke-28 tanam (TSP) = 1 kg per pohon
-  Bulan ke-32 tanam (Urea) = 1 kg per pohon
-  Bulan ke-36 tanam (Urea) = 1 kg per pohon
-  Bulan ke-40 tanam (TSP) = 1 kg per pohon
-  Bulan ke-44 tanam (Urea) = 1 kg per pohon
-  Bulan ke-48 tanam (Urea) = 1 kg per pohon

Untuk pemupukan dilakukan rotasi 2x urea 1x pupuk TSP tiap pemupukan. Jadi jika dipupuk tiap 4 bulan jumlah pupuk yang dikeluarkan sekitar:
o              Pupuk Urea sampai 4 th. = 1,072 ton sekitar 1100 kg
o              Pupuk TSP sampai dengan 4 th = 0,455 ton sekitar 500 kg

Biaya pupuk total sampai dengan umur 4 tahun:
o          Harga pupuk Urea sekitar Rp. 4000 s/d Rp. 5000 per kgnya.
o          Harga pupuk TSP sekitar Rp. 1600 s/d Rp. 2000 per kgnya.

Asumsi harga diambil tertinggi :
Urea => 1100 kg x Rp. 5000 = Rp. 5.500.000 juta
TSP => 500 kg x Rp. 2000 = Rp. 1.000.000 juta
Total Biaya Pupuk = 6.500.000 juta

4.    Biaya Penyemprotan
-  Alat untuk menyemprot sekitar Rp 150.000
-  1 kali penyemprotan: biaya tenaga kerja = Rp 60.000 per ha
(dosis per ha sekitar 1 liter ditambah campuran air sekitar 300-an liter)
-  Biaya yang dibutuhkan sampai umur sekitar 4 tahun untuk penyemprotan sekitar Rp 1.000.000.

5.      Biaya Pemangkasan Daun
-  Biaya yang dibutuhkan per hektar sekitar Rp 80.000.
-  Pemangkasan pemeliharaan dilakukan sekitar 1 tahun sekali. Maka total biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 400.000 diasumsikan menjadi Rp 500.000.

    Jadi Total Biaya yang dibutuhkan sampai tanaman usia 4 tahun per-ha kurang lebih :
     •                             Biaya pembelian lahan. = Rp. 5 jt.
     •                             Harga Bibit = 3,9 jt.
     •                             Biaya Pemupukan = 6,5 jt.
     •                             Biaya Penyemprotan terhadap Gulma = 1 jt.
     •                             Biaya pemangkasan daun = 500 rb.
      Total 16,9 jt => 17 jt-an.
        Setelah 4 tahun biasanya tanaman sawit sudah mulai bisa dipanen.

6.      Biaya Setelah Masa Tanam Bisa di Panen umur 4 tahun (Asumsi 0,5 ton/ha per bulan)
Biaya Panen:
1.    Biaya ongkos tukang panen per janjang Rp 600
Umur 4 tahun sekitar 3-5 kg => 150 janjang = Rp 90.000
2.    Biaya transportasi per kg Rp 100
500 kg x Rp 100 = Rp 500.000
Total Biaya Produksi Panen sekitar Rp 140.000/ha per bulan.

Hasil Panen (umur 4 tahun yaitu 0,5 ton per bulan) : Rp 1.700 per kg.
Total panen: 0,5 ton (500 kg) x Rp 1.700 = Rp 850.000

Hasil akan naik seiring dengan umur tanaman dengan perkiraan sebagai berikut :
Tahun ke 6 – 10 => 1,2 ton – 1,5 ton per ha tiap bulan.
Tahun ke 11 – 15 => 1,6 ton – 2,5 ton per ha tiap bulan.


Pada umur 7 tahun setelah sawit menghasilkan panen yaitu umur 4 tahun, dimana ini berarti ada masa 3 tahun yang dibutuhkan supaya BEP (Break event point) setelah panen. Masa BEP yang sebenarnya sendiri saat umur 7 tahun. Setelah umur 7 tahun dimana hasil yang didapat untuk tiap HA juga naik sedang biaya produksi untuk pupuk, pemangkasan daun, penyemprotan relative sama dengan sebelum 4 tahun. Biaya yang naik adalah biaya ongkos panen dan ongkos transportasi (biaya untuk mengangkut hasil panen) sampai pabrik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar